The Zakat Calculator

Salat Tarawih: Salat Malam Ramadan, Jumlah Rakaat & Tata Caranya

By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa

Jawaban singkat: Tarawih (ditulis juga tarawaih) adalah salat malam sunah khusus yang dikerjakan secara berjamaah selama bulan Ramadan, setelah salat Isya yang wajib. Ia termasuk sunah yang sangat dianjurkan (sunnah mu’akkadah). Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaatnya — umumnya delapan atau dua puluh — dan kedua amalan tersebut sama-sama mapan serta sah. Tarawih dikerjakan dua rakaat setiap salam, lalu ditutup dengan salat witir.

Today …

Dates use the Umm al-Qurā calendar and are approximate — the start of each Islamic month depends on the local moon sighting.

Poin-poin utama

  • Tarawih adalah salat malam berjamaah khusus bulan Ramadan yang dikerjakan setelah Isya.
  • Ia merupakan sunah yang ditegaskan (sunnah mu’akkadah), bukan kewajiban.
  • Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah rakaatnya, paling umum delapan atau dua puluh; keduanya sah.
  • Dikerjakan dalam satuan dua rakaat, lalu ditutup dengan salat witir.
  • Boleh dikerjakan berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.
  • Banyak masjid mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sepanjang malam-malam Ramadan.

Apa itu Salat Tarawih?

Tarawih adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam-malam Ramadan setelah salat Isya yang wajib dan sebelum witir. Namanya berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berkaitan dengan istirahat, karena secara tradisi para jamaah berhenti sejenak untuk beristirahat setiap beberapa rakaat dari salat yang panjang itu. Tarawih adalah salah satu ciri Ramadan yang paling menonjol dan dicintai, yang menghadirkan jamaah besar ke masjid-masjid sepanjang bulan tersebut.

Hukumnya: sunah yang ditegaskan

Tarawih tergolong sunnah mu’akkadah — sunah yang sangat ditegaskan dan dikukuhkan. Nabi ﷺ mengerjakannya secara berjamaah pada beberapa malam, lalu beliau tidak lagi memimpinnya secara terus-menerus karena khawatir salat itu akan diwajibkan atas umat. Status sunah ini berarti meninggalkannya tidak berdosa, namun mengerjakannya membawa pahala yang besar dan merupakan bagian dari amalan yang dianjurkan pada bulan ini.

Keutamaan qiyam Ramadan

Diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim bahwa barang siapa berdiri (mengerjakan salat malam) pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Tarawih adalah wujud praktis dan komunal dari “berdiri” (qiyam) yang dianjurkan oleh Nabi ﷺ.

Bagaimana Tarawih berkembang secara berjamaah

Setelah wafatnya Nabi ﷺ, pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab (RA), orang-orang yang tadinya salat dalam kelompok-kelompok kecil yang terpencar dikumpulkan untuk salat di belakang satu imam. Bentuk berjamaah yang tertata ini adalah yang dikenal sebagai tarawih oleh kebanyakan umat Islam saat ini, dan telah menjadi amalan di dua Masjid Suci serta di seluruh dunia Islam selama berabad-abad.

Jumlah rakaat: 8 vs 20

Salah satu pertanyaan yang paling banyak dibahas adalah berapa jumlah rakaat tarawih. Kedua pendapat utama berlandaskan dalil dan amalan para ulama yang terhormat, sehingga penting untuk menyikapi persoalan ini dengan saling menghormati:

  • Delapan rakaat: Sebagian ulama merujuk pada riwayat Aisyah (RA) yang menggambarkan salat malam Nabi tidak melebihi sebelas rakaat (dipahami sebagai delapan rakaat qiyam ditambah tiga rakaat witir), dan memandang inilah jumlah yang lebih utama.
  • Dua puluh rakaat: Banyak ulama serta amalan luas dari empat mazhab besar mendukung dua puluh rakaat tarawih (dengan witir sebagai tambahan), berdasarkan amalan para sahabat yang mapan dan tradisi umat Islam yang berkesinambungan.

Tak satu pun dari kedua pandangan ini boleh dinyatakan salah. Yang paling penting adalah kualitas dan ketenangan salat. Seorang jamaah boleh mengikuti amalan masjidnya atau bimbingan ulama yang ia percayai tanpa perlu berselisih.

Tata cara mengerjakan Tarawih

Tarawih dikerjakan dalam satuan dua rakaat, di mana jamaah mengucapkan salam penutup setiap dua rakaat. Ini berlanjut hingga jumlah rakaat yang dipilih selesai. Setelah menyelesaikan tarawih, salat malam ditutup dengan witir, yaitu salat berjumlah ganjil (umumnya satu atau tiga rakaat). Jika seseorang berniat mengerjakan tahajud nanti sebelum fajar, sebagian orang lebih suka menunda witirnya hingga saat itu.

Ketika salat di belakang imam, jamaah mengikuti bacaan dan gerakan imam serta hendaknya tetap tinggal sampai imam selesai, termasuk witir. Terdapat riwayat yang mendorong orang yang salat bersama imam sampai imam pergi untuk dicatat seolah telah berdiri salat sepanjang malam, yang menegaskan keutamaan tetap tinggal hingga jamaah selesai daripada pergi di tengah jalan.

Salat dengan tenang dan khusyuk

Berapa pun jumlah rakaat yang dikerjakan, para ulama secara konsisten menekankan bahwa cara salat lebih penting daripada jumlahnya. Tarawih hendaknya dikerjakan dengan gerakan yang tidak tergesa-gesa, rukuk dan sujud yang benar, serta perhatian terhadap makna dari yang dibaca. Salat yang lebih pendek namun dikerjakan dengan tenang dan tulus lebih berharga daripada salat yang panjang tetapi tergesa-gesa tanpa kekhusyukan. Prinsip ini membantu menempatkan perbedaan soal jumlah rakaat pada porsinya: tujuannya adalah hati yang khusyuk dalam ibadah, bukan sekadar menyelesaikan jumlah rakaat.

Di masjid atau di rumah

Mengerjakan tarawih secara berjamaah di masjid sangat dianjurkan dan mencerminkan amalan yang ditetapkan pada masa Umar (RA). Pada saat yang sama, salat di rumah sepenuhnya sah, dan sebagian ulama menyebutkan keutamaan salat sunah yang dikerjakan di rumah. Mereka yang tidak dapat datang ke masjid — karena jarak, kesehatan, atau tanggung jawab keluarga — tetap memperoleh pahala qiyam Ramadan dengan salat di rumah.

Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Tarawih

Sebuah tradisi yang dicintai adalah khatam — menyelesaikan bacaan penuh Al-Qur’an sepanjang malam-malam Ramadan dalam tarawih. Banyak masjid membaca kira-kira satu per tiga puluh (satu juz) setiap malam sehingga seluruh Al-Qur’an selesai pada akhir bulan. Ini adalah amalan yang dianjurkan, bukan kewajiban, dan masjid berbeda-beda dalam kadar bacaannya.

Wanita mengerjakan Tarawih

Wanita boleh mengerjakan tarawih di rumah atau datang ke masjid. Nabi ﷺ memerintahkan agar wanita tidak dilarang datang ke masjid, sekaligus menyebutkan keutamaan salat yang dikerjakan dalam keheningan rumah. Kedua pilihan ini sah, dan seorang wanita boleh memilih sesuai keadaan, keamanan, serta situasi keluarganya.

Pelajari lebih lanjut

Perdalam amalan Ramadan Anda dengan panduan kami tentang Lailatul Qadar dan Iktikaf. Menghitung kewajiban Anda? Gunakan Kalkulator Zakat, dan periksa Kalender Hijriah hari ini untuk memastikan tanggalnya.

Artikel ini merupakan panduan umum yang bersifat edukatif, bukan fatwa. Hukum agama dapat berbeda menurut mazhab dan keadaan masing-masing individu; untuk keputusan yang memengaruhi ibadah atau kewajiban Anda, silakan berkonsultasi dengan ulama setempat yang terpercaya.

Frequently asked questions

Apa itu Salat Tarawih?

Tarawih (atau tarawaih) adalah salat malam sunah khusus yang dikerjakan selama bulan Ramadan setelah salat Isya yang wajib. Ia sering dikerjakan berjamaah di masjid dan merupakan salah satu amalan yang paling dicintai pada bulan ini.

Apakah Tarawih wajib?

Tidak. Tarawih adalah sunah yang sangat ditegaskan (sunnah mu'akkadah), bukan kewajiban. Meninggalkannya tidak berdosa, namun mengerjakannya membawa pahala besar dan merupakan bagian dari amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadan.

Berapa rakaat Tarawih — 8 atau 20?

Keduanya adalah amalan yang sah dan mapan. Sebagian ulama lebih memilih delapan rakaat berdasarkan riwayat Aisyah (RA); banyak ulama dan amalan luas mazhab-mazhab besar mendukung dua puluh rakaat berdasarkan amalan para sahabat. Tak satu pun boleh dinyatakan salah.

Bagaimana tata cara Tarawih?

Dikerjakan dalam satuan dua rakaat, mengucapkan salam setiap dua rakaat, hingga jumlah rakaat yang dipilih selesai. Salat malam kemudian ditutup dengan witir, yang berjumlah ganjil (umumnya satu atau tiga rakaat).

Bolehkah saya mengerjakan Tarawih di rumah?

Boleh. Salat berjamaah di masjid sangat dianjurkan, tetapi salat di rumah sepenuhnya sah. Mereka yang tidak dapat datang ke masjid tetap memperoleh pahala qiyam Ramadan dengan salat di rumah.

Apa maksud mengkhatamkan Al-Qur'an dalam Tarawih?

Banyak masjid membaca sekitar satu per tiga puluh (satu juz) Al-Qur'an setiap malam sehingga seluruh Al-Qur'an selesai pada akhir Ramadan. Khatam ini adalah tradisi yang dianjurkan, bukan kewajiban, dan masjid berbeda-beda dalam kadar bacaannya.

Bolehkah wanita mengerjakan Tarawih?

Boleh. Wanita boleh mengerjakan tarawih di rumah atau datang ke masjid. Nabi ﷺ memerintahkan agar wanita tidak dilarang ke masjid, sekaligus menyebutkan keutamaan salat di rumah. Kedua pilihan ini sah.