The Zakat Calculator

Bulan Muharram: Tahun Baru Islam, Asyura & Maknanya

By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa

Jawaban singkat: Muharram adalah bulan pertama kalender Islam (Hijriah) dan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Harinya yang paling dikenal adalah Asyura, tanggal 10 Muharram, yang oleh Nabi Muhammad ﷺ dianjurkan agar umat Islam berpuasa; riwayat-riwayat sahih menggambarkan puasanya sebagai penghapus dosa-dosa tahun sebelumnya. Banyak umat Islam juga mengenang syahidnya Husain (semoga Allah meridainya) di Karbala pada hari ini.

Today …

Dates use the Umm al-Qurā calendar and are approximate — the start of each Islamic month depends on the local moon sighting.

Poin-poin utama

  • Muharram adalah bulan pertama tahun Hijriah dan menandai Tahun Baru Islam.
  • Ia adalah salah satu dari empat bulan suci (hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, di mana perbuatan buruk dianggap sangat berat.
  • Hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram; berpuasa padanya adalah sunah yang dikukuhkan.
  • Riwayat-riwayat sahih mengaitkan puasa Asyura dengan penghapusan dosa-dosa tahun sebelumnya.
  • Untuk berbeda dari puasa umat lain, dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 (atau 10 dan 11).
  • Bagi banyak umat Islam, Asyura juga merupakan hari peringatan bagi Husain (RA) dan peristiwa Karbala.

Apa itu Muharram?

Muharram adalah bulan pembuka kalender Islam lunar. Namanya berasal dari akar kata bahasa Arab yang berarti “terlarang” atau “suci,” mencerminkan statusnya sebagai bulan yang di dalamnya peperangan secara tradisi dilarang di kalangan bangsa Arab bahkan sebelum Islam, sebuah larangan yang ditegaskan kembali oleh Islam bagi bulan-bulan suci. Karena kalender Islam bersifat lunar, Muharram — seperti setiap bulan Hijriah — bergeser lebih awal sekitar sepuluh hingga dua belas hari setiap tahun relatif terhadap kalender Gregorian, dan awal pastinya bergantung pada penyaksian hilal (rukyat). Karena itu, tanggal Gregorian yang bersesuaian bergeser setiap tahun, dan masyarakat di wilayah yang berbeda dapat memulai bulan ini berselisih sehari bergantung pada rukyat setempat.

Salah satu dari empat bulan suci

Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menjadikan dua belas bulan, empat di antaranya suci. Keempatnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, amal baik membawa pahala yang berlipat dan perbuatan buruk dipandang sangat serius. Muharram memiliki kehormatan tersendiri: Nabi ﷺ diriwayatkan dalam kumpulan-kumpulan sahih menyebutnya sebagai “bulan Allah yang suci.”

Tahun Baru Islam

Tanggal 1 Muharram mengawali tahun Hijriah yang baru. Kalender itu sendiri dihitung sejak Hijrah — hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah — yang dijadikan titik awal era Islam pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab (RA). Tahun Baru Islam pada umumnya merupakan momen yang tenang dan reflektif, bukan perayaan; tidak ada amalan ibadah khusus yang disyariatkan untuk hari itu sendiri, meski banyak yang menjadikannya saat untuk merenungkan berlalunya waktu dan memperbarui niat baik.

Hari Asyura (tanggal 10)

Hari kesepuluh Muharram disebut Asyura, dari kata bahasa Arab untuk “sepuluh.” Ia adalah hari yang paling penting dalam bulan ini. Nabi ﷺ mengerjakan puasanya dan menganjurkan para sahabatnya untuk melakukan hal yang sama, dan keutamaannya ditegaskan dalam kumpulan-kumpulan hadis utama.

Kisah Musa dan Fir’aun

Menurut sebuah riwayat dalam Sahih al-Bukhari, ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah beliau mendapati komunitas Yahudi berpuasa pada Asyura. Mereka menjelaskan bahwa itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Fir’aun. Nabi ﷺ bersabda bahwa beliau lebih berhak atas Musa daripada mereka, lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pula. Ini mengaitkan Asyura dengan tradisi yang lebih luas tentang syukur atas pertolongan Allah kepada orang-orang saleh.

Keutamaan puasa Asyura

Nabi ﷺ ditanya tentang puasa pada Hari Asyura dan, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim, beliau menunjukkan bahwa puasa itu menghapus dosa-dosa tahun yang lalu. Para ulama umumnya menjelaskan bahwa ini merujuk pada dosa-dosa kecil, sementara dosa besar memerlukan tobat yang tulus. Puasa Asyura adalah amalan sunah — anjuran, bukan kewajiban — dan pahalanya dipandang sangat besar dibandingkan mudahnya puasa satu hari.

Puasa tanggal 9 dan 10 (atau 10 dan 11)

Riwayat-riwayat sahih mencatat bahwa menjelang akhir hayatnya Nabi ﷺ menyatakan keinginan untuk berpuasa pada tanggal sembilan bersama tanggal sepuluh pada tahun berikutnya, guna membedakan amalan umat Islam. Atas dasar ini, para ulama menganjurkan berpuasa dua hari: idealnya tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan Asyura), atau sebagai alternatif tanggal 10 dan 11. Berpuasa tanggal 10 saja tetap sah dan berpahala, tetapi memasangkannya dengan hari yang berdekatan dipandang lebih sempurna. Karena awal Muharram bergantung pada rukyat, Anda hendaknya memastikan tanggal-tanggal pastinya dengan masjid setempat atau otoritas rukyat.

Asyura dan peringatan Husain (RA)

Bagi banyak umat Islam, tanggal 10 Muharram juga dikaitkan dengan syahidnya Husain ibn Ali (semoga Allah meridainya), cucu Nabi ﷺ, yang gugur di Karbala pada tahun 61 H. Ini adalah peristiwa yang sangat penting di seluruh dunia Islam dan diperingati dengan cara yang berbeda-beda oleh komunitas yang berbeda. Hal ini disampaikan di sini secara ringkas dan penuh hormat sebagai bagian dari sejarah dan peringatan, tanpa memasuki perselisihan mazhab mana pun.

Keutamaan lain dan cara mengisi bulan ini

Selain Asyura, Nabi ﷺ diriwayatkan dalam Sahih Muslim menggambarkan puasa sunah pada bulan Muharram sebagai salah satu puasa yang paling utama setelah puasa wajib Ramadan, menyebutnya “bulan Allah yang suci.” Ini memberi bobot tambahan bagi puasa pada hari-hari lain dalam bulan ini, tidak hanya tanggal sepuluh. Umat Islam boleh mengisi Muharram dengan memperbanyak salat, sedekah, zikir mengingat Allah, dan tobat yang tulus atas tahun yang telah berlalu. Seperti semua bulan suci, penekanannya adalah pada ketulusan dan kesinambungan alih-alih satu ritual tertentu, serta pada kehati-hatian ekstra untuk menghindari perbuatan buruk pada masa ketika amal baik maupun buruk sama-sama berbobot lebih besar.

Kesalahpahaman yang perlu dihindari

Karena Muharram membawa makna yang begitu besar, berbagai kebiasaan tumbuh di sekitarnya yang bukan bagian dari Sunah yang mapan. Tidak ada dasar yang sahih untuk memperlakukan tanggal 1 Muharram sebagai perayaan dengan kembang api atau jamuan khusus, tidak pula untuk ritual-ritual tertentu yang diada-adakan bagi malam Asyura di luar puasa yang dianjurkan. Orang beriman dianjurkan untuk menjaga amalannya tetap berakar pada apa yang dikukuhkan — terutama puasa sunah — dan menghindari menisbatkan kepada bulan ini amalan-amalan yang tidak memiliki sumber yang sahih. Ketika ragu, lebih baik bertanya kepada ulama yang berilmu daripada mengikuti kebiasaan yang tersebar tanpa telaah.

Pelajari lebih lanjut

Untuk memeriksa tanggal Hijriah saat ini atau merencanakan sekitar bulan-bulan suci, lihat halaman Kalender Hijriah hari ini kami. Ingin menghitung kewajiban zakat Anda? Gunakan Kalkulator Zakat.

Artikel ini merupakan panduan umum yang bersifat edukatif, bukan fatwa. Hukum agama dapat berbeda menurut mazhab dan keadaan masing-masing individu; untuk keputusan yang memengaruhi ibadah atau kewajiban Anda, silakan berkonsultasi dengan ulama setempat yang terpercaya.

Frequently asked questions

Apa itu Muharram dan mengapa ia penting?

Muharram adalah bulan pertama kalender Islam (Hijriah) dan salah satu dari empat bulan suci di mana amal baik sangat dilipatgandakan pahalanya dan perbuatan buruk sangat serius. Harinya yang paling menonjol adalah Asyura, tanggal 10, yang oleh Nabi Muhammad ﷺ dianjurkan agar umat Islam berpuasa.

Kapan Hari Asyura itu?

Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram. Tanggal Gregorian pastinya berubah setiap tahun karena kalender Islam bersifat lunar, dan awal bulan bergantung pada rukyat hilal, jadi pastikan tanggalnya dengan masjid setempat atau otoritas rukyat Anda.

Apa pahala berpuasa Asyura?

Sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi ﷺ menunjukkan bahwa puasa Hari Asyura menghapus dosa-dosa tahun sebelumnya. Para ulama umumnya memahami ini bermakna dosa-dosa kecil, sementara dosa besar memerlukan tobat yang tulus.

Sebaiknya saya berpuasa satu hari atau dua hari?

Berpuasa tanggal 10 saja sah dan berpahala, tetapi dianjurkan menambahkan hari yang berdekatan — idealnya tanggal 9 dan 10, atau sebagai alternatif tanggal 10 dan 11 — mengikuti keinginan Nabi yang beliau nyatakan untuk membedakan puasa umat Islam.

Mengapa sebagian umat Islam mengaitkan Asyura dengan Musa?

Sebuah riwayat dalam Sahih al-Bukhari menyatakan bahwa Asyura adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Fir'aun. Nabi ﷺ berpuasa padanya, seraya bersabda bahwa beliau lebih berhak atas Musa, dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pula.

Apa hubungan antara Asyura dan Karbala?

Banyak umat Islam juga mengenang syahidnya Husain (RA), cucu Nabi ﷺ, yang gugur di Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 61 H. Ia adalah hari peringatan yang penting dan diperingati dengan cara yang berbeda-beda di berbagai komunitas.

Adakah salat khusus untuk Tahun Baru Islam?

Tidak ada amalan ibadah khusus yang disyariatkan untuk tanggal 1 Muharram itu sendiri. Banyak umat Islam sekadar menjadikannya waktu untuk refleksi dan memperbarui niat baik, sambil mengkhususkan puasa untuk Hari Asyura.