The Zakat Calculator

Ayat Kursi: Teks Arab, Transliterasi, Terjemahan & Keutamaan

By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa

Jawaban singkat: Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah al-Baqarah, surah kedua dalam Al-Qur’an. Sering disebut “Ayat Singgasana”, ini adalah satu ayat yang agung yang menegaskan keesaan Allah, kehidupan-Nya yang kekal, serta pemeliharaan dan pengetahuan-Nya yang sempurna atas seluruh ciptaan. Banyak umat Islam membacanya setelah setiap salat wajib dan sebelum tidur, dan berdasarkan sebuah riwayat sahih, ayat ini dikenal luas sebagai salah satu ayat teragung dalam Al-Qur’an.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Transliterasi: Allahu la ilaha illa Huwa, al-Hayyul-Qayyum. La ta’khudhuhu sinatun wa la nawm. Lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard. Man dhal-ladhi yashfa’u ‘indahu illa bi-idhnih. Ya’lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi-shay’in min ‘ilmihi illa bima sha’a. Wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya’uduhu hifzuhuma, wa Huwal-‘Aliyyul-‘Azim.

Terjemahan (makna): “Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda kantuk maupun tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Ini salah satu terjemahan berbasis makna yang dikenal luas; bukan satu-satunya terjemahan yang sahih.)

Ini adalah Surah al-Baqarah (surah ke-2), ayat 255. Selalu bacalah dari, atau cocokkanlah dengan, mushaf yang tepercaya, dan pelajarilah bacaan yang benar (tajwid) dari guru yang berkompeten.

Poin penting

  • Ayat Kursi adalah Surah al-Baqarah, ayat 255 — satu ayat, bukan surah tersendiri.
  • Tema utamanya adalah keesaan Allah (tauhid), kehidupan-Nya yang kekal (al-Hayy) dan kekuasaan-Nya yang mandiri (al-Qayyum), serta ilmu-Nya yang tak terbatas.
  • Nama “Ayat Kursi” (Ayat Singgasana) berasal dari penyebutan Kursi Allah yang meliputi langit dan bumi.
  • Sebuah riwayat sahih menyebutnya sebagai salah satu ayat teragung dalam Al-Qur’an; lafal dan derajat riwayat sebaiknya selalu diperiksa dalam kitab-kitab hadis utama.
  • Waktu yang lazim untuk membacanya antara lain setelah setiap salat lima waktu, menjelang tidur, serta dalam zikir pagi dan petang.
  • Halaman ini adalah informasi edukatif umum, bukan fatwa; bacalah dari mushaf yang tepercaya dan pelajarilah tajwid dari guru yang berkompeten.

Apa itu Ayat Kursi dan letaknya dalam Al-Qur’an

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah al-Baqarah (“Sapi Betina”), surah terpanjang dalam Al-Qur’an dan yang kedua dalam urutan mushaf. Meskipun surahnya sangat panjang, satu ayat ini menonjol dan dihafal secara tersendiri oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Nama populernya, “Ayat Singgasana”, mencerminkan kata Kursi yang muncul di dalamnya.

Ketika orang mencari “ayat kursi” atau “ayatul kursi”, mereka hampir selalu merujuk pada satu ayat ini, bukan pada sebuah surah. Penting memahami letaknya dengan jelas: ia berada dalam Surah al-Baqarah dan dibaca dalam konteks ayat-ayat di sekitarnya, meskipun sering dibaca secara mandiri dalam ibadah dan zikir harian.

Makna, frasa demi frasa

Ayat ini bergerak melalui beberapa tema yang saling berkaitan. Berikut penjelasan sederhana tentang apa yang disampaikan tiap bagiannya. Ini adalah renungan umum atas makna kata-katanya sendiri; untuk tafsir yang rinci, rujuklah karya-karya tafsir yang diakui dan ulama yang berkompeten.

  • Allah — tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia: pernyataan tauhid yang tegas, bahwa hanya Allah yang layak disembah dan tidak ada sekutu dalam ketuhanan-Nya.
  • Yang Maha Hidup (al-Hayy), Yang Maha Mengurus (al-Qayyum): dua di antara nama-nama Allah. Dia hidup kekal dan memelihara serta menegakkan seluruh ciptaan; segala sesuatu bergantung kepada-Nya, sedangkan Dia tidak bergantung pada apa pun.
  • Tidak dilanda kantuk maupun tidur: penafian segala kelemahan atau kebutuhan. Pemeliharaan-Nya atas alam semesta tidak pernah terputus.
  • Milik-Nya segala yang ada di langit dan bumi: kepemilikan dan kekuasaan yang sempurna atas segala yang ada.
  • Siapa yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya?: syafaat hanya terjadi dengan izin-Nya, menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi hanya milik Dia semata.
  • Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka: ilmu-Nya meliputi masa lalu, kini, dan yang akan datang, sedangkan makhluk hanya menangkap apa yang Dia kehendaki untuk disingkapkan.
  • Kursi-Nya meliputi langit dan bumi: ungkapan keagungan dan kekuasaan-Nya yang luas. Para ulama membahas makna persis Kursi dalam literatur tafsir; ayat itu sendiri menyampaikan kebesaran yang luar biasa.
  • Memeliharanya tidak memberatkan-Nya; Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar: menjaga seluruh ciptaan sama sekali tidak melelahkan-Nya, dan ayat ini ditutup dengan pengagungan kepada-Nya sebagai al-‘Ali (Maha Tinggi) dan al-‘Azim (Maha Besar).

Dibaca bersama, frasa-frasa ini membangun gambaran tentang keesaan Allah, kehidupan dan kekuasaan-Nya yang memelihara, kepemilikan dan ilmu-Nya yang menyeluruh, serta kebesaran-Nya yang mahatinggi — itulah sebabnya ayat ini begitu dicintai dan sering dibaca.

Kedudukan dan keutamaannya

Ayat Kursi memiliki kedudukan yang tinggi dalam ibadah umat Islam. Dalam sebuah riwayat sahih yang tercatat dalam kitab Sahih Muslim, ayat ini digambarkan sebagai salah satu ayat teragung dalam Al-Qur’an. Riwayat-riwayat sahih lain, yang terdapat dalam kitab-kitab hadis utama, menyebutkan keutamaan membacanya — misalnya setelah salat wajib dan menjelang tidur. Karena lafal, sanad, dan derajat hadis itu penting, pembaca dianjurkan menelusuri riwayat-riwayat ini dalam sumber aslinya daripada mengandalkan parafrasa yang beredar di internet.

Yang jelas dapat dikatakan adalah bahwa keutamaan ayat ini terkait dengan maknanya yang agung: ia adalah pernyataan tauhid dan sifat-sifat Allah yang terpadat. Membacanya dengan penuh perenungan sekaligus merupakan zikir dan sarana merenungkan siapa Allah itu.

Kapan umat Islam membacanya

Ada beberapa waktu yang sudah mapan ketika umat Islam biasa membaca Ayat Kursi:

  • Setelah setiap salat lima waktu: kebiasaan yang banyak diamalkan dan didukung oleh riwayat-riwayat sahih tentang keutamaannya.
  • Sebelum tidur: banyak umat Islam membacanya sebagai bagian dari rutinitas malam mereka.
  • Dalam zikir pagi dan petang (adhkar): sering disertakan di antara doa-doa harian.
  • Untuk memohon perlindungan: sering dibaca ketika seseorang memohon perlindungan Allah, seraya mengingat bahwa segala manfaat dan perlindungan hanya datang dari Allah semata.

Ini adalah waktu-waktu lazim yang diambil dari amalan umat Islam dan dari riwayat tentang ayat ini; semuanya bukan kewajiban, dan niat hendaknya selalu diarahkan dengan tulus kepada Allah.

Cara menghafalnya

Karena hanya satu ayat, Ayat Kursi sangat mungkin dihafal jika Anda memecahnya menjadi beberapa bagian. Pendekatan praktis:

  • Bagian 1: “Allahu la ilaha illa Huwa, al-Hayyul-Qayyum” — pernyataan pembuka.
  • Bagian 2: “La ta’khudhuhu sinatun wa la nawm” — tidak ada kantuk atau tidur.
  • Bagian 3: “Lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard” — kepemilikan langit dan bumi.
  • Bagian 4: “Man dhal-ladhi yashfa’u ‘indahu illa bi-idhnih” — syafaat dengan izin-Nya.
  • Bagian 5: “Ya’lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum…” — ilmu-Nya yang menyeluruh.
  • Bagian 6: “Wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard…” — Kursi dan pemeliharaan yang tanpa lelah.
  • Bagian 7: “…wa Huwal-‘Aliyyul-‘Azim” — pengagungan penutup.

Pelajari satu bagian dalam satu waktu, ulangi dengan suara keras, dan tambahkan bagian berikutnya hanya setelah bagian sebelumnya mantap. Dengarkan qari yang tepercaya dan, idealnya, bacakan kepada guru yang berkompeten agar pengucapan (tajwid) Anda dikoreksi sejak awal. Selalu ikuti teks mushaf yang tepercaya saat menghafal.

Pertanyaan dan kesalahpahaman yang umum

Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap Ayat Kursi sebagai surah tersendiri; padahal ia satu ayat dalam Surah al-Baqarah. Kesalahpahaman lain adalah bahwa “jumlah bacaan” tertentu yang baku atau suatu hasil duniawi yang dijamin itu disyaratkan atau dijanjikan — klaim seperti itu sebaiknya dicocokkan dengan riwayat yang sahih, bukan diterima dari pesan berantai. Perlu diingat pula bahwa teks Arab-lah yang merupakan Al-Qur’an yang sesungguhnya; transliterasi dan terjemahan adalah alat bantu untuk memahami dan membaca, bukan pengganti teks aslinya. Bila ragu tentang makna, keutamaan, atau amalan, kembalilah kepada Al-Qur’an, Sunnah yang sahih, dan ulama yang tepercaya.

Untuk memperdalam ibadah Anda, Anda mungkin terbantu dengan mempelajari 6 Kalimat dan membaca tentang salat malam sunah, Tahajud. Anda juga dapat menggunakan kalkulator zakat dan melihat kalender hijriah.

Halaman ini merupakan informasi edukatif umum dan bukan fatwa atau pengganti bimbingan ulama. Bacalah Al-Qur’an dari mushaf yang tepercaya, periksalah setiap hadis pada sumber aslinya, dan pelajarilah bacaan yang benar (tajwid) dari guru yang berkompeten. Untuk hukum yang khusus bagi keadaan Anda, konsultasilah dengan ulama setempat yang tepercaya.

Frequently asked questions

Apa itu Ayat Kursi?

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah al-Baqarah, surah kedua dalam Al-Qur'an. Ia satu ayat, sering disebut "Ayat Singgasana", yang menegaskan keesaan Allah, kehidupan-Nya yang kekal dan kekuasaan-Nya yang memelihara, serta ilmu dan kedaulatan-Nya yang sempurna atas seluruh ciptaan.

Ayat Kursi surah dan ayat berapa?

Ia adalah Surah al-Baqarah (surah ke-2), ayat 255. Meskipun sering dibaca secara tersendiri, ia bagian dari Surah al-Baqarah dan dibaca dalam konteks surah tersebut. Selalu cocokkan teksnya dengan mushaf yang tepercaya.

Mengapa disebut Ayat Kursi?

Namanya berarti "Ayat Kursi" (Singgasana). Berasal dari frasa di dalam ayat yang menyatakan bahwa Kursi Allah meliputi langit dan bumi, sebuah ungkapan keagungan dan kekuasaan-Nya yang luas.

Apakah Ayat Kursi ayat teragung dalam Al-Qur'an?

Sebuah riwayat sahih yang tercatat dalam Sahih Muslim menggambarkannya sebagai salah satu ayat teragung dalam Al-Qur'an. Untuk lafal dan derajatnya yang tepat, sebaiknya rujuk kitab-kitab hadis utama, bukan versi parafrasa.

Kapan sebaiknya Ayat Kursi dibaca?

Waktu yang lazim antara lain setelah setiap salat lima waktu, sebelum tidur, dan dalam zikir pagi serta petang. Ini amalan yang biasa dilakukan dan didukung riwayat tentang ayat ini; ketulusan niat kepada Allah yang paling utama.

Apa makna Ayat Kursi?

Temanya adalah keesaan Allah, bahwa Dia Yang Maha Hidup (al-Hayy) dan Yang Maha Mengurus (al-Qayyum), bahwa Dia tidak dilanda tidur maupun kantuk, bahwa Dia memiliki dan mengetahui segala sesuatu, bahwa syafaat hanya terjadi dengan izin-Nya, dan bahwa Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Bagaimana cara menghafal Ayat Kursi?

Pecah ayat menjadi bagian-bagian pendek dan pelajari satu per satu, mengulang tiap bagian dengan suara keras sebelum lanjut. Dengarkan qari yang tepercaya, ikuti mushaf yang tepercaya, dan bila memungkinkan bacakan kepada guru yang berkompeten agar tajwid Anda dikoreksi.

Bisakah saya mengandalkan transliterasi dan terjemahan?

Transliterasi dan terjemahan adalah alat bantu untuk memahami dan mengucapkan, tetapi Al-Qur'an yang sesungguhnya adalah teks Arab. Jadikan mushaf yang tepercaya sebagai rujukan Anda, dan pelajarilah bacaan yang benar dari guru yang berkompeten, jangan hanya mengandalkan transliterasi Latin.