The Zakat Calculator

Salat Tahajud: Waktu, Tata Cara & Jumlah Rakaat

By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa

Jawaban singkat: Tahajud adalah salat malam sunah (nafl), bagian dari qiyamul lail, yang dikerjakan setelah tidur lalu bangun kembali di malam hari. Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, sebelum Subuh. Salat ini dikerjakan dalam satuan dua rakaat, umumnya dua hingga delapan rakaat tanpa batas maksimal yang pasti, dan termasuk salat sunah yang paling dicintai serta menjadi waktu istimewa untuk berdoa ketika rahmat Allah begitu dekat.

Poin-poin penting

  • Tahajud adalah salat malam sunah yang dikerjakan setelah tidur lalu bangun kembali; ia merupakan inti dari qiyamul lail.
  • Dalam ajaran yang sahih, tahajud disebut termasuk salat paling utama setelah salat wajib (fardu).
  • Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir, meski sah dikerjakan kapan saja setelah Isya hingga menjelang Subuh.
  • Dikerjakan dua rakaat sekali salam; dua hingga delapan rakaat adalah praktik yang umum, tanpa batas atas yang mengikat.
  • Niat cukup di dalam hati — cukup berniat mengerjakan tahajud karena Allah; tidak perlu diucapkan dengan lisan.
  • Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa; mintalah apa pun kebutuhanmu dengan kata-katamu sendiri.

Apa itu Tahajud?

Tahajud adalah salat sunah (nafl) yang dikerjakan pada malam hari, setelah seseorang tidur lalu bangun kembali untuk beribadah. Kata ini berasal dari akar bahasa Arab yang berkaitan dengan meninggalkan tidur — beranjak dari tempat tidur untuk berdiri menghadap Allah ketika orang lain terlelap. Tahajud termasuk kategori yang lebih luas, yaitu qiyamul lail (mendirikan salat di malam hari), dan kedua istilah ini sering dipakai bergantian. Yang membedakan tahajud adalah polanya: tidur terlebih dahulu, lalu bangun sesudahnya.

Karena bersifat sunah, tidak berdosa jika meninggalkannya. Namun tahajud selalu memiliki tempat istimewa bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah — sebuah ibadah pribadi yang dibangun di atas keikhlasan, bukan pamer.

Keutamaan dan kedudukan Tahajud

Salat malam sangat dimuliakan dalam Islam. Telah kukuh dalam ajaran yang sahih bahwa, setelah lima salat wajib, salat malam termasuk salat sunah paling utama yang dapat dikerjakan seorang mukmin. Al-Qur’an memuji orang-orang yang menghabiskan sebagian malam mereka dalam sujud dan berdiri.

Sebagian keutamaannya terletak pada usaha yang dituntutnya. Bangkit dari kehangatan dan kenyamanan untuk memilih ibadah daripada tidur adalah tanda ketulusan hati yang mencari Allah. Ia juga menumbuhkan kedisiplinan, rasa syukur, dan kerendahan hati, serta menyiapkan seseorang untuk salat Subuh yang menyusul.

Kapan waktu terbaik untuk Tahajud?

Tahajud boleh dikerjakan kapan saja setelah salat Isya dan setelah kamu tidur, hingga terbit fajar sejati (masuknya waktu Subuh). Namun bagian yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, waktu yang dalam riwayat sahih dikaitkan dengan kedekatan Allah dan terkabulnya doa.

Untuk menentukan sepertiga malam terakhir, ambil rentang waktu antara terbenam matahari (Magrib) dan fajar (Subuh), lalu bagi rentang itu menjadi tiga bagian yang sama; bagian terakhir adalah waktu ideal. Contohnya, jika Magrib pukul 18.00 dan Subuh pukul 03.00, maka malam berlangsung sembilan jam, sehingga tiap sepertiga adalah tiga jam dan sepertiga terakhir dimulai sekitar tengah malam hingga Subuh. Sebagian besar aplikasi jadwal salat menghitungnya secara otomatis untukmu.

Tata cara salat Tahajud langkah demi langkah

Tahajud mengikuti bentuk yang sama seperti salat lainnya; hanya waktu dan niatnya yang berbeda. Cara sederhana mengerjakannya:

  1. Bangun di malam hari setelah tidur, dan berwudu jika kamu belum dalam keadaan suci.
  2. Menghadap kiblat dan berniat di dalam hati untuk mengerjakan salat tahajud.
  3. Mulai dengan takbiratul ihram, lalu membaca Surah al-Fatihah diikuti bacaan Al-Qur’an yang kamu hafal.
  4. Sempurnakan rakaat dengan rukuk dan dua sujud, seperti dalam setiap salat.
  5. Kerjakan rakaat kedua dengan cara yang sama, lalu duduk untuk tasyahud dan akhiri dengan salam.
  6. Ulangi dua rakaat sekali salam sebanyak yang kamu kehendaki.
  7. Luangkan waktu untuk berdoa, terutama ketika sujud dan setelah selesai, memohon kebutuhanmu kepada Allah.

Tidak ada bacaan khusus untuk memulai tahajud dan tidak ada rangkaian surah yang baku. Salat dengan tenang, meski hanya beberapa rakaat, lebih baik daripada banyak rakaat namun tergesa-gesa.

Berapa jumlah rakaat Tahajud?

Tahajud selalu dikerjakan dua rakaat sekali salam. Tidak ada jumlah wajib yang baku dan tidak ada batas maksimal yang mengikat; banyak orang mengerjakan dua hingga delapan rakaat, dan sebagian lebih dari itu. Prinsip utamanya adalah kualitas di atas kuantitas: jumlah yang sedikit namun khusyuk lebih berharga daripada banyak namun tergesa-gesa dalam keadaan mengantuk. Mulailah dengan yang mampu kamu istiqamahkan — bahkan dua rakaat secara rutin sudah merupakan kebiasaan yang indah — lalu tingkatkan secara bertahap.

Niat

Niat tahajud, seperti setiap ibadah dalam Islam, berada di dalam hati. Cukup dengan tekadmu untuk mengerjakan salat malam sunah ini karena Allah. Kamu tidak perlu mengucapkan apa pun dengan lisan, dan tidak ada lafal baku. Menyadari, ketika memulai, bahwa kamu sedang mengerjakan tahajud demi meraih rida Allah sudah cukup — keikhlasan niatlah yang memberi nilai pada salat itu.

Apa yang dibaca: surah dan doa

Setelah Surah al-Fatihah, kamu boleh membaca bagian Al-Qur’an mana pun yang telah kamu hafal — tidak ada batasan. Sebagian memilih bacaan yang panjang untuk memanjangkan berdiri, sementara yang lain membaca surah-surah pendek; keduanya boleh.

Peluang terbesar dalam tahajud adalah doa. Dalam keheningan sepertiga malam terakhir, curahkan segala kebutuhanmu kepada Allah saat sujud dan setelah salat. Kamu boleh memakai doa-doa yang telah kamu pelajari, atau sekadar berbicara kepada Allah dengan bahasamu sendiri, memohon ampunan, petunjuk, serta kebaikan dunia dan akhirat. Percakapan yang intim inilah inti dari mengapa salat malam begitu berharga.

Kiat praktis agar bangun untuk Tahajud

  • Tidurlah lebih awal agar tubuh sempat beristirahat sebelum salat malam; tidur segera setelah Isya sangat membantu.
  • Pasang alarm untuk sepertiga malam terakhir, dan letakkan di luar jangkauan tangan agar kamu harus bangkit.
  • Makan dan minum secukupnya di malam hari, sebab perut yang penuh membuat sulit bangun.
  • Berniatlah dengan tulus sebelum tidur untuk bangun tahajud, dan mintalah kepada Allah agar dimudahkan bangun.
  • Mulailah dari yang kecil — bahkan dua rakaat sekali atau dua kali seminggu — dan bangun kebiasaan itu secara bertahap.
  • Jika kamu sering kesulitan bangun, kamu boleh mengerjakan salat malam sunah sebelum tidur, meski pahala bangun secara khusus lebih besar.

Tahajud vs Witir dan Tarawih

Ketiga salat malam ini saling berkaitan namun berbeda. Witir adalah salat malam dengan jumlah rakaat ganjil yang menutup ibadah malam; salat ini sangat ditekankan dan biasanya dikerjakan setelah Isya. Jika kamu berniat mengerjakan tahajud, dianjurkan menunda witir dan menjadikannya salat terakhir di malammu, setelah tahajud — atau, jika khawatir tidak bangun, kerjakanlah witir sebelum tidur.

Tarawih adalah salat malam sunah yang dikerjakan berjamaah pada malam-malam bulan Ramadan. Tahajud, sebaliknya, dikerjakan sepanjang tahun, umumnya sendirian, setelah tidur lalu bangun kembali. Singkatnya: Tarawih terikat dengan Ramadan, Witir menutup malam dengan jumlah ganjil, dan Tahajud adalah ibadah malam pribadi sepanjang tahun yang paling bersinar di sepertiga malam terakhir.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang malam-malam yang penuh berkah dan cara memaksimalkannya, baca panduan kami tentang Lailatul Qadar, pelajari juga bacaan Doa Qunut, cek kalender Hijriah hari ini, dan pahami rukun Islam lainnya lewat panduan Ibadah Haji serta Kalkulator Zakat.

Artikel ini dimaksudkan sebagai panduan umum yang bersifat edukatif, bukan fatwa resmi. Praktik dapat berbeda di antara mazhab-mazhab fikih yang diakui. Untuk hukum atas situasi khusus Anda, silakan berkonsultasi dengan ulama atau imam setempat yang terpercaya.

Frequently asked questions

Apakah Tahajud itu wajib?

Tidak. Tahajud adalah salat sunah (nafl), sehingga tidak berdosa bila tidak mengerjakannya. Namun ia adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan dicintai yang mendekatkan seseorang kepada Allah, dan dipandang termasuk salat paling utama setelah salat wajib.

Bolehkah salat Tahajud tanpa tidur terlebih dahulu?

Ciri khas tahajud adalah kamu tidur setelah Isya lalu bangun untuk salat. Salat malam sunah yang dikerjakan sebelum tidur tetap bernilai sebagai qiyamul lail yang berpahala, tetapi keutamaan khusus tahajud terkait dengan bangun dari tidur di malam hari.

Berapa jumlah rakaat minimal untuk Tahajud?

Minimalnya dua rakaat, karena tahajud dikerjakan dua rakaat sekali salam. Setelah itu kamu boleh menambah pasangan rakaat sesuai keinginan. Tidak ada batas maksimal, dan mengerjakan beberapa rakaat dengan khusyuk lebih baik daripada banyak rakaat namun tergesa-gesa.

Bagaimana cara menghitung sepertiga malam terakhir?

Ambil rentang waktu dari Magrib (terbenam matahari) hingga Subuh (fajar), bagi menjadi tiga bagian yang sama, dan bagian terakhir adalah sepertiga malam terakhir. Sebagian besar aplikasi jadwal salat dan jadwal setempat menampilkannya secara otomatis, jadi kamu tidak perlu menghitungnya manual.

Apakah niat Tahajud harus diucapkan dengan lisan?

Tidak. Niat berada di dalam hati. Cukup berniat mengerjakan tahajud karena Allah ketika memulai; tidak ada lafal yang wajib diucapkan dengan lisan.

Sebaiknya Witir sebelum atau sesudah Tahajud?

Jika kamu yakin akan bangun untuk tahajud, dianjurkan menunda witir agar menjadi salat terakhir di malammu, dikerjakan setelah tahajud. Jika khawatir tidak bangun, lebih baik mengerjakan witir sebelum tidur agar tidak terlewat.

Apa yang boleh dibaca saat Tahajud?

Setelah Surah al-Fatihah kamu boleh membaca bagian Al-Qur'an mana pun yang kamu hafal; tidak ada pilihan yang baku. Bagian tahajud yang paling berharga adalah doa yang dipanjatkan saat dan setelah salat, yang boleh kamu ucapkan dengan doa-doa berbahasa Arab yang telah kamu pelajari atau dengan kata-katamu sendiri.