Nisab Zakat: Pengertian & Nilai Terkini
By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa
Harga spot terkini. Sebagian besar ulama menganjurkan nisab perak karena lebih banyak memberi manfaat bagi penerima zakat. · 27 Sep 2026
Jawaban singkat: Nisab adalah batas minimal harta yang membuat seseorang wajib berzakat. Untuk emas nisabnya 85 gram (pendapat klasik 87,48 gram), untuk perak 595 gram, sedangkan uang, tabungan, dan penghasilan umumnya mengikuti nisab emas. Bila harta mencapai nisab dan bertahan selama satu haul (satu tahun Hijriah), zakat sebesar 2,5% menjadi wajib ditunaikan.
Poin penting
- Nisab adalah ambang batas minimal kepemilikan harta sebelum kewajiban zakat berlaku.
- Nisab emas setara 20 dinar atau 85 gram (standar BAZNAS); sebagian ulama klasik menyebut 87,48 gram.
- Nisab perak setara 200 dirham atau sekitar 595 gram perak.
- Harta modern seperti uang, tabungan, dan penghasilan umumnya dikiaskan ke nisab emas 85 gram.
- Kadar zakat harta (mal) adalah 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab dan haul.
- Nisab dinilai dalam gram logam mulia, lalu dikonversi ke rupiah menurut harga emas/perak terkini.
- Menggunakan nisab perak membuat ambang lebih rendah sehingga lebih banyak orang bisa berzakat.
Apa itu nisab?
Secara bahasa, nisab berarti asal atau batas. Dalam istilah fikih zakat, nisab adalah jumlah minimal harta yang apabila dicapai oleh seorang Muslim, maka ia berkewajiban mengeluarkan zakat. Selama harta seseorang masih berada di bawah nisab, ia belum termasuk golongan yang wajib berzakat, meskipun tetap dianjurkan bersedekah. Konsep nisab menegaskan bahwa zakat hanya dipungut dari mereka yang benar-benar memiliki kelebihan harta, bukan dari orang yang hartanya pas-pasan untuk kebutuhan pokok.
Pertanyaan apa itu nisab sering muncul karena istilah ini menjadi kunci dalam menentukan wajib atau tidaknya zakat. Nisab berpasangan dengan konsep haul, yaitu masa kepemilikan harta selama satu tahun. Keduanya harus terpenuhi secara bersamaan untuk sebagian besar jenis zakat harta.
Landasan syariat konsep nisab
Konsep nisab bukan hasil rekaan, melainkan bagian dari aturan zakat yang telah dijelaskan para ulama sejak masa awal Islam. Zakat hanya diwajibkan atas harta yang mencapai kadar tertentu agar tidak memberatkan orang yang hartanya sedikit. Dengan adanya nisab, zakat menjadi instrumen keadilan: yang berkecukupan membantu yang kekurangan, sedangkan yang belum berkecukupan justru berhak menerima. Prinsip ini menjadikan zakat berbeda dari pungutan yang tidak selalu mengenal ambang minimal berbasis kepemilikan bersih.
Karena itu, sebelum seseorang bertanya “berapa zakat saya”, pertanyaan pertama yang benar adalah “apakah harta saya sudah mencapai nisab?”. Bila belum, ia belum wajib zakat mal, meski tetap dianjurkan berinfak dan bersedekah sesuai kemampuan.
Nisab emas: 85 gram (klasik 87,48 gram)
Landasan nisab emas berasal dari ukuran 20 dinar. Satu dinar setara dengan satu miskal emas. Ketika dikonversi ke satuan gram modern, para ulama berbeda tipis dalam penetapan angka. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan banyak lembaga di Indonesia menggunakan 85 gram emas murni sebagai nisab emas. Sebagian rujukan klasik menghitung 20 dinar setara sekitar 87,48 gram. Perbedaan ini bersifat teknis konversi timbangan dan keduanya sah digunakan; yang terpenting konsisten dalam satu perhitungan.
Kadar zakat emas adalah 2,5%. Artinya, bila seseorang memiliki 85 gram emas selama satu haul, zakat yang dikeluarkan adalah 2,125 gram emas (85 x 2,5%) atau nilai setaranya dalam rupiah.
Nisab perak: 595 gram (200 dirham)
Nisab perak berpangkal pada ukuran 200 dirham, yang dikonversi menjadi sekitar 595 gram perak. Sama seperti emas, kadar zakatnya 2,5% dan disyaratkan telah dimiliki selama satu haul. Nisab perak penting bukan hanya untuk perak fisik, tetapi juga karena banyak ulama menjadikannya acuan untuk zakat uang.
Mengapa nisab perak sering dianjurkan?
Untuk harta berupa uang tunai, saldo rekening, dan penghasilan, nilai nisab dapat dikiaskan ke emas atau ke perak. Karena harga perak per gram jauh lebih murah dibanding emas, total nilai rupiah untuk nisab perak jauh lebih rendah daripada nisab emas. Konsekuensinya, memakai nisab perak membuat ambang wajib zakat lebih rendah sehingga lebih banyak orang tergolong wajib zakat, dan lebih banyak manfaat mengalir kepada fakir miskin. Karena alasan kehati-hatian dan keberpihakan kepada penerima zakat inilah sebagian ulama menganjurkan nisab perak. Di sisi lain, mayoritas lembaga resmi di Indonesia, termasuk BAZNAS, mempraktikkan nisab emas 85 gram untuk zakat penghasilan dan zakat mal agar seragam dan mudah dihitung. Kedua pilihan memiliki dasar; perbedaan ini disikapi secara netral.
Nisab untuk berbagai jenis zakat
Meski istilahnya satu, penerapan nisab berbeda menurut jenis harta. Berikut ringkasannya.
| Jenis zakat | Nisab | Kadar | Haul |
|---|---|---|---|
| Zakat emas | 85 gram emas (klasik 87,48 g) | 2,5% | 1 tahun Hijriah |
| Zakat perak | 595 gram perak | 2,5% | 1 tahun Hijriah |
| Zakat mal (uang/tabungan) | Setara 85 gram emas | 2,5% | 1 tahun Hijriah |
| Zakat perdagangan | Setara 85 gram emas | 2,5% | 1 tahun Hijriah |
| Zakat penghasilan (profesi) | Setara 85 gram emas per tahun | 2,5% | Dapat dibayar bulanan |
Nisab zakat mal mencakup tabungan, deposito, uang tunai, hingga stok barang dagangan yang dinilai dengan harga jual. Semua elemen ini dijumlahkan, lalu dibandingkan dengan nilai 85 gram emas. Untuk nisab zakat penghasilan, acuannya adalah penghasilan setahun yang setara 85 gram emas; jika dibayar bulanan, nisab bulanan adalah seperdua belas dari nilai tahunan tersebut.
Nisab zakat perdagangan
Harta perdagangan meliputi barang yang diperjualbelikan untuk memperoleh keuntungan, mulai dari stok toko, produk grosir, hingga barang jadi yang siap dijual. Nisab zakat perdagangan mengikuti nisab emas, yaitu setara 85 gram emas, dengan kadar 2,5% dan syarat haul satu tahun. Yang khas dari zakat perdagangan adalah cara penilaiannya: stok dinilai menurut harga jual pada saat haul, bukan harga beli. Nilai stok kemudian dijumlahkan dengan kas usaha dan piutang yang diharapkan tertagih, lalu dikurangi utang usaha jatuh tempo. Bila hasil bersihnya mencapai nisab, zakat 2,5% ditunaikan.
Nisab uang kertas dan qiyas
Pada masa Nabi, alat tukar utama adalah emas (dinar) dan perak (dirham). Uang kertas modern tidak memiliki nilai intrinsik seperti logam mulia, sehingga para ulama menetapkan nisabnya melalui qiyas (analogi) ke emas atau perak. Inilah sebabnya muncul dua pilihan acuan. Memakai nisab emas menghasilkan ambang rupiah yang lebih tinggi, sedangkan nisab perak menghasilkan ambang yang lebih rendah. Untuk saldo tabungan, deposito, dan uang elektronik, penerapannya sama: jumlahkan seluruh saldo, bandingkan dengan nisab pilihan Anda, lalu keluarkan 2,5% jika mencapai nisab dan haul.
Nisab yang berbeda: pertanian dan ternak
Tidak semua zakat memakai nisab 85 gram emas. Zakat pertanian, misalnya, memiliki nisab tersendiri berupa hasil panen sekitar lima wasaq, dengan kadar 5% bila diairi dengan biaya dan 10% bila diairi tanpa biaya (tadah hujan), serta ditunaikan setiap panen tanpa menunggu haul. Zakat hewan ternak juga punya tabel nisab khusus untuk unta, sapi, dan kambing. Perincian ini menegaskan bahwa nisab bersifat spesifik menurut jenis harta, sehingga penting mengenali kategori harta Anda sebelum menghitung.
Hubungan nisab dan haul
Nisab menjawab pertanyaan “berapa jumlah minimal”, sedangkan haul menjawab “berapa lama”. Haul adalah kepemilikan harta selama satu tahun Hijriah penuh sejak harta mencapai nisab. Jika di tengah tahun harta sempat turun di bawah nisab lalu naik lagi, sebagian ulama menghitung ulang haul dari titik harta kembali stabil di atas nisab. Untuk zakat penghasilan, banyak ulama kontemporer tidak mensyaratkan haul penuh karena diqiyaskan dengan zakat pertanian yang ditunaikan saat panen (saat menerima gaji).
Nisab pada zakat mal vs zakat fitrah
Perlu dibedakan antara zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal memakai konsep nisab dan haul seperti dijelaskan di atas. Sebaliknya, zakat fitrah tidak mengenal nisab harta; ia wajib atas setiap jiwa Muslim yang mampu menjelang Idulfitri, dibayar dalam bentuk makanan pokok atau nilai setaranya. Jadi, konsep nisab pada halaman ini khusus berlaku untuk zakat mal dan turunannya, bukan untuk zakat fitrah.
Contoh perhitungan nilai nisab
Nilai nisab dalam rupiah selalu mengikuti harga logam mulia yang berlaku, jadi angkanya berubah-ubah. Contoh di bawah menggunakan harga asumsi (ilustrasi), bukan harga pasar sebenarnya. Silakan ganti dengan harga emas/perak terkini saat Anda menghitung.
| Skenario (asumsi harga) | Perhitungan | Nilai nisab |
|---|---|---|
| Emas Rp1.000.000/gram | 85 x Rp1.000.000 | Rp85.000.000/tahun |
| Emas Rp1.000.000/gram (bulanan) | Rp85.000.000 : 12 | +-Rp7.083.333/bulan |
| Perak Rp15.000/gram | 595 x Rp15.000 | Rp8.925.000/tahun |
Misalkan Andi memiliki tabungan Rp120.000.000 yang mengendap satu tahun penuh. Dengan asumsi nisab emas Rp85.000.000, tabungan Andi melampaui nisab, sehingga ia wajib berzakat 2,5% x Rp120.000.000 = Rp3.000.000. Sebaliknya, bila tabungannya hanya Rp60.000.000, ia belum mencapai nisab emas dan belum wajib zakat mal-meski, jika memakai nisab perak, ia sudah tergolong wajib.
Untuk mempercepat perhitungan, gunakan kalkulator zakat kami yang otomatis membandingkan harta Anda dengan nisab terkini. Anda juga dapat mendalami penerapannya di halaman zakat mal, zakat emas, dan zakat penghasilan.
Cara memastikan harta mencapai nisab
Langkah paling praktis adalah membuat inventaris harta yang wajib dizakati: uang tunai, seluruh saldo rekening dan deposito, nilai jual stok dagang, serta emas dan perak. Setelah dijumlahkan, kurangi utang jatuh tempo yang benar-benar harus dibayar. Bandingkan hasil bersih ini dengan nilai nisab pilihan Anda (emas 85 gram atau perak 595 gram) menurut harga terkini. Bila hasil bersih sama dengan atau melebihi nisab dan harta telah bertahan satu haul, maka zakat 2,5% wajib. Meninjau ulang perhitungan ini setahun sekali pada tanggal Hijriah yang tetap akan memudahkan Anda menjaga kedisiplinan berzakat dan menghindari kelalaian.
Bila hasilnya masih di bawah nisab, tidak ada kewajiban zakat mal untuk periode itu, namun infak dan sedekah sunnah tetap sangat dianjurkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kesalahan umum seputar nisab
Kekeliruan yang sering terjadi antara lain: mencampur ukuran nisab emas dengan perak, lupa mensyaratkan haul, menilai stok dagang dengan harga beli alih-alih harga jual, dan tidak memperbarui harga emas saat menghitung. Pastikan Anda memakai satu acuan (emas atau perak) secara konsisten, memverifikasi masa haul, serta memperbarui harga logam mulia. Untuk memahami niat dan tata cara pembayaran, baca niat zakat. Bila kebutuhan Anda adalah pembagian warisan, tersedia pula kalkulator faraid. Kembali ke halaman utama untuk menjelajah topik zakat lainnya.
Informasi ini panduan umum, bukan fatwa; ketentuan dapat berbeda menurut mazhab; pastikan kepada ulama atau BAZNAS
Frequently asked questions
Apa itu nisab dalam zakat?
Nisab adalah batas minimal jumlah harta yang membuat seseorang wajib mengeluarkan zakat. Jika harta belum mencapai nisab, kewajiban zakat belum berlaku meski sedekah tetap dianjurkan.
Berapa nisab zakat emas?
Nisab emas setara 20 dinar, yaitu 85 gram emas murni menurut standar BAZNAS. Sebagian rujukan klasik menyebut sekitar 87,48 gram. Kadar zakatnya 2,5% setelah mencapai haul.
Berapa nisab zakat perak?
Nisab perak setara 200 dirham atau sekitar 595 gram perak. Kadar zakatnya 2,5% dan disyaratkan telah dimiliki selama satu tahun Hijriah (haul).
Nisab zakat mal mengikuti emas atau perak?
Boleh keduanya. Mayoritas lembaga di Indonesia, termasuk BAZNAS, memakai nisab emas 85 gram. Sebagian ulama menganjurkan nisab perak karena ambangnya lebih rendah dan lebih memihak penerima zakat.
Berapa nisab zakat penghasilan?
Nisab zakat penghasilan setara 85 gram emas dalam setahun. Bila dibayar bulanan, nisab bulanannya adalah seperdua belas dari nilai tahunan tersebut, dengan kadar 2,5%.
Apa hubungan nisab dan haul?
Nisab menentukan jumlah minimal harta, sedangkan haul menentukan lama kepemilikan yaitu satu tahun Hijriah. Keduanya harus terpenuhi untuk sebagian besar zakat harta, kecuali zakat penghasilan yang boleh ditunaikan saat menerima gaji.
Bagaimana cara mengubah nisab menjadi rupiah?
Kalikan berat nisab dengan harga logam mulia terkini. Contoh nisab emas: 85 gram dikali harga emas per gram saat ini. Karena harga berubah, nilai rupiah nisab juga berubah setiap saat.
Apakah nisab emas 85 gram atau 87,48 gram yang benar?
Keduanya sah; perbedaan hanya pada konversi 20 dinar ke gram. BAZNAS memakai 85 gram, sedangkan sebagian ulama klasik memakai 87,48 gram. Pilih satu acuan dan gunakan secara konsisten.