Doa Qunut: Teks Arab, Transliterasi, Terjemahan & Kapan Dibaca
By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa
Jawaban singkat: Doa Qunut adalah doa khusus yang dibaca sambil berdiri dalam salat Witir. Dalam mazhab Hanafi, ia dibaca pada rakaat ketiga Witir, setelah takbir dan sebelum rukuk; dalam sebagian mazhab lain, qunut Witir dibaca setelah bangkit dari rukuk. Teks yang paling banyak diajarkan diawali “Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka…” dan diakhiri “…inna ‘adhabaka bil-kuffari mulhiq.” Jika Anda belum menghafalnya, Anda boleh membaca doa-doa lain sampai Anda hafal.
Poin penting
- Doa Qunut adalah doa yang dibaca sambil berdiri dalam salat Witir.
- Mazhab Hanafi membacanya pada rakaat ketiga sebelum rukuk, setelah bertakbir dan mengangkat tangan; sebagian mazhab lain membaca qunut setelah rukuk — keduanya sama-sama mapan.
- Ada bentuk tersendiri, qunut nazilah, yang boleh dibaca pada masa kesulitan atau musibah, biasanya setelah rukuk.
- Teks bakunya diberikan di bawah ini secara lengkap dengan teks Arab, transliterasi, dan terjemahan.
- Jika Anda belum menghafalnya, Anda boleh membaca “Rabbana atina fi’d-dunya hasanah…” atau doa-doa lain sampai Anda hafal.
- Pelajarilah pengucapan yang benar dari guru yang berkompeten; transliterasi tertulis hanyalah pendekatan.
Apa itu Doa Qunut?
Doa Qunut (juga ditulis du’a qunut) adalah doa berisi pujian, penyerahan diri, dan harapan yang dibaca sambil berdiri dalam salat. Kata qunut mengandung makna ketaatan yang khusyuk dan berdiri di hadapan Allah. Dalam bentuknya yang paling dikenal, ia menjadi bagian dari salat Witir, dan mengungkapkan kebutuhan seorang hamba akan pertolongan dan ampunan Allah, rasa syukur atas nikmat-Nya, serta harapan akan rahmat-Nya seiring rasa takut akan azab-Nya.
Di mana dan kapan dibaca?
Letak qunut dipahami dengan lebih dari satu cara yang sah di antara mazhab-mazhab fikih yang diakui, dan bermanfaat untuk mengetahui semuanya:
- Amalan Hanafi: Qunut dibaca pada rakaat ketiga salat Witir, sebelum rukuk. Setelah menyelesaikan bacaan pada rakaat itu, orang yang salat bertakbir, mengangkat tangan, lalu bersedekap kembali dan membaca Doa Qunut sambil berdiri, sebelum rukuk.
- Amalan sebagian mazhab lain: Dalam Witir, qunut dibaca setelah bangkit dari rukuk, sambil berdiri, dan boleh dibaca pada sebagian waktu dalam setahun atau sepanjang tahun, tergantung mazhab dan pendapat yang diikuti.
- Qunut nazilah: Bentuk qunut yang dibaca pada masa kesulitan atau musibah umum — misalnya saat komunitas menghadapi kesukaran — biasanya dibaca setelah rukuk dalam salat wajib.
Semua ini didukung oleh pengajaran yang mapan. Artikel ini menyajikan teks yang banyak diajarkan yang digunakan dalam Witir; ikutilah tata cara yang diamalkan dalam mazhab Anda sendiri atau oleh imam setempat.
Doa Qunut: teks Arab, transliterasi, dan terjemahan
Teks Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَستَعِينُكَ وَنَستَغفِرُكَ وَنُؤمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيكَ وَنُثنِي عَلَيكَ الخَيرَ وَنَشكُرُكَ وَلَا نَكفُرُكَ وَنَخلَعُ وَنَترُكُ مَن يَفجُرُكَ ۔ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسجُدُ وَإِلَيكَ نَسعَى وَنَحفِدُ نَرجُو رَحمَتَكَ وَنَخشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالكُفَّارِ مُلحِقْ
Transliterasi:
Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alaika wa nuthni ‘alaik al-khayr, wa nashkuruka wa la nakfuruka wa nakhla’u wa natruku man yafjuruka. Allahumma iyyaka na’budu wa laka nusalli wa nasjudu wa ilaika nas’a wa nahfidu, narju rahmataka wa nakhsha ‘adhabaka, inna ‘adhabaka bil-kuffari mulhiq.
Terjemahan:
“Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu dan meminta ampunan-Mu, kami beriman kepada-Mu dan bertawakal kepada-Mu, dan kami memuji-Mu dengan pujian yang terbaik; kami bersyukur kepada-Mu dan tidak mengingkari-Mu, serta kami mencampakkan dan meninggalkan siapa saja yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, dan kepada-Mu kami salat dan bersujud; kepada-Mu kami berupaya dan bersegera. Kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan azab-Mu; sesungguhnya azab-Mu menimpa orang-orang kafir.”
Catatan: transliterasi di atas hanyalah pendekatan bunyi Arab. Mohon pelajarilah pengucapan yang benar langsung dari guru, imam, atau ulama yang berkompeten agar kata-katanya dibaca dengan tepat.
Cara membacanya dalam Witir
Mengikuti metode Hanafi yang banyak diajarkan, Doa Qunut dibaca seperti ini dalam salat Witir tiga rakaat:
- Kerjakan dua rakaat pertama Witir seperti biasa, duduk untuk tasyahud setelah rakaat kedua.
- Berdiri untuk rakaat ketiga, baca Surah al-Fatihah, lalu satu bagian dari Al-Qur’an.
- Bertakbir (“Allahu Akbar”) sambil mengangkat tangan, lalu bersedekap kembali seperti dalam kondisi berdiri (qiyam).
- Baca Doa Qunut secara perlahan sambil berdiri.
- Kemudian bertakbir, rukuk, dan sempurnakan rakaat dengan dua sujud.
- Duduk untuk tasyahud akhir dan akhiri salat dengan salam.
Jika Anda mengikuti mazhab yang membaca qunut setelah rukuk, Anda justru membaca doa itu sambil berdiri tegak setelah bangkit dari rukuk. Bagaimanapun, tetaplah pada metode yang diajarkan dalam tradisi Anda sendiri.
Apa yang dilakukan jika belum menghafalnya
Jika Anda masih belajar Doa Qunut, salat Witir Anda tidak batal. Sampai Anda menghafal teks lengkapnya, para ulama menganjurkan membaca doa-doa lain sebagai gantinya. Alternatif yang sederhana dan banyak dipakai adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fi’d-dunya hasanatan wa fi’l-akhirati hasanatan wa qina ‘adhaban-nar.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Anda boleh mengulang doa ini, atau membaca doa lain yang Anda ketahui, atau (menurut sebagian ulama) cukup mengucapkan “Allahumma-ghfir li” (Ya Allah, ampunilah aku) beberapa kali, selagi Anda terus belajar teks lengkapnya.
Tips menghafal
Doa Qunut paling mudah dipelajari dalam dua bagian:
- Bagian pertama — dari “Allahumma inna nasta’inuka…” hingga “…man yafjuruka.” Bagian ini tentang memohon pertolongan dan ampunan Allah, beriman dan bertawakal kepada-Nya, bersyukur, dan meninggalkan kedurhakaan.
- Bagian kedua — dari “Allahumma iyyaka na’budu…” hingga “…bil-kuffari mulhiq.” Bagian ini tentang menyembah Allah semata, berupaya menuju-Nya, dan menyeimbangkan harapan akan rahmat-Nya dengan rasa takut akan azab-Nya.
Latih satu bagian dalam satu waktu, ulangi dengan suara keras setiap hari, dan bacalah bersama guru atau rekaman yang tepercaya agar pengucapannya benar. Membacanya dalam Witir setiap malam akan cepat memantapkannya dalam ingatan.
Keutamaan Qunut
Qunut adalah momen doa yang tulus di dalam salat, dan doa itu sendiri termasuk ibadah yang paling dicintai. Berdiri di hadapan Allah untuk mengakui ketergantungan Anda kepada-Nya, memohon ampunan, dan menaruh harapan pada rahmat-Nya menumbuhkan kerendahan hati dan kedekatan dengan-Nya. Karena ia terjalin dalam Witir yang menutup ibadah malam, ia menjadi cara yang tepat untuk mengakhiri hari dengan kembali kepada Allah.
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Membaca terlalu cepat sehingga makna dan pengucapannya hilang; bacalah dengan tenang.
- Menganggap hanya metode satu mazhab yang benar — baik amalan sebelum-rukuk maupun setelah-rukuk sama-sama mapan.
- Meninggalkan Witir sama sekali karena teksnya belum dihafal; gunakan doa alternatif untuk sementara.
- Hanya mengandalkan transliterasi; pastikan pengucapan dengan guru yang berkompeten.
- Mengacaukan qunut Witir dengan qunut nazilah, yang khusus untuk masa kesulitan.
Agar ibadah malam Anda lebih bermakna, baca panduan kami tentang salat malam Tahajud, dan pelajari juga 6 Kalimat. Anda juga dapat menggunakan kalkulator zakat serta melihat kalender hijriah.
Artikel ini dimaksudkan sebagai panduan edukatif umum, bukan fatwa atau ketetapan hukum agama yang resmi. Amalan seputar qunut berbeda secara sah di antara mazhab-mazhab fikih yang diakui. Untuk hukum yang khusus bagi keadaan Anda, mohon konsultasilah dengan ulama atau imam setempat yang berkompeten.
Frequently asked questions
Dalam salat apa Doa Qunut dibaca?
Paling umum dibaca dalam salat Witir. Dalam mazhab Hanafi ia dibaca sambil berdiri pada rakaat ketiga sebelum rukuk; dalam sebagian mazhab lain, qunut Witir dibaca setelah bangkit dari rukuk. Ada bentuk tersendiri, qunut nazilah, yang dibaca dalam salat wajib pada masa musibah.
Di mana tepatnya dalam Witir mazhab Hanafi membacanya?
Pada rakaat ketiga Witir. Setelah membaca Surah al-Fatihah dan satu bagian dari Al-Qur'an, Anda bertakbir dan mengangkat tangan, lalu bersedekap dan membaca Doa Qunut sambil berdiri, sebelum rukuk.
Bagaimana jika saya belum menghafal Doa Qunut?
Witir Anda tetap sah. Sampai Anda hafal teks lengkapnya, Anda boleh membaca doa lain sebagai gantinya, seperti 'Rabbana atina fi'd-dunya hasanatan wa fi'l-akhirati hasanatan wa qina 'adhaban-nar,' atau, menurut sebagian ulama, mengulang doa pendek seperti 'Allahumma-ghfir li.'
Apakah dibaca dengan suara keras atau pelan?
Dalam salat sendirian umumnya dibaca perlahan. Dalam Witir berjamaah, amalannya beragam: imam boleh membacanya dengan suara keras atau pelan tergantung tradisi, dan makmum membacanya bersama imam atau mengucapkan 'Amin' bila sesuai. Ikutilah amalan imam setempat Anda.
Apa beda qunut Witir dan qunut nazilah?
Qunut Witir adalah bagian tetap dari salat Witir. Qunut nazilah adalah doa yang dibaca pada masa kesulitan atau musibah umum, biasanya dibaca setelah rukuk dalam salat wajib, dan bersifat sementara, bukan amalan harian yang baku.
Bolehkah saya mengangkat tangan saat Doa Qunut?
Dalam metode Hanafi, tangan diangkat sekali bersama takbir sebelum doa lalu bersedekap saat membacanya. Sebagian mazhab lain mengangkat tangan dalam doa saat qunut setelah rukuk. Keduanya mapan; ikutilah tata cara yang diajarkan dalam mazhab Anda.
Apakah transliterasi cukup untuk mempelajarinya dengan benar?
Transliterasi hanyalah pendekatan dan tidak dapat sepenuhnya menangkap bunyi Arab. Gunakan sebagai alat bantu, tetapi pelajarilah pengucapan yang benar dari guru, imam, atau ulama yang berkompeten, atau dengan membaca bersama qari yang tepercaya, agar kata-katanya diucapkan dengan tepat.