The Zakat Calculator

Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima — Rangkaian, Tahapan & Syaratnya

By the Editorial Team · reviewed against our sources · updated September 2026 · guidance, not a fatwa

Jawaban singkat: Haji adalah ibadah ziarah tahunan ke Makkah, rukun Islam kelima, yang wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim dewasa yang mampu menjalankannya secara fisik dan finansial. Ibadah ini berlangsung selama beberapa hari di bulan Zulhijah, dan puncaknya adalah wukuf di padang Arafah pada tanggal 9. Mempelajari cara menunaikan haji berarti memahami syarat-syaratnya, keadaan suci ihram, serta rangkaian ritualnya yang berurutan.

Today …

Dates use the Umm al-Qurā calendar and are approximate — the start of each Islamic month depends on the local moon sighting.

Poin-poin penting

  • Haji adalah rukun Islam kelima dan wajib sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu.
  • Syarat pokoknya: muslim, dewasa, berakal sehat, merdeka, serta memiliki istita’ah — kemampuan fisik dan finansial untuk menempuh perjalanan.
  • Haji dikerjakan kira-kira dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijah; wukuf di Arafah pada tanggal 9 adalah intinya.
  • Ada tiga bentuk yang diakui: Ifrad, Qiran, dan Tamattu.
  • Jamaah memasuki keadaan ihram, keadaan suci yang ditandai dengan pakaian sederhana, niat yang tulus (niyyah), dan Talbiyah.
  • Haji berbeda dari Umrah, yaitu ziarah yang lebih singkat dan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun.

Apa itu Haji dan kedudukannya dalam Islam

Haji adalah ziarah besar ke Baitullah di Makkah, yaitu Kakbah, yang diyakini umat Islam dibangun sebagai tempat ibadah yang dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai yang kelima dari lima rukun Islam — bersama syahadat, salat, zakat, dan puasa di bulan Ramadan — haji menjadi salah satu ibadah yang menentukan dalam pengabdian seorang muslim. Kewajiban ini berlandaskan Al-Qur’an, di mana dalam Surah Ali ‘Imran (3:97) disebutkan bahwa menunaikan haji ke Baitullah adalah kewajiban manusia kepada Allah, bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Para ulama lintas mazhab yang diakui sejak lama sepakat bahwa haji adalah fardu (wajib) sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang memenuhi syarat, dan bahwa mengabaikannya oleh orang yang benar-benar mampu adalah perkara serius.

Selain kedudukan hukumnya, haji membawa makna yang mendalam. Ia mengumpulkan orang-orang beriman dari setiap bangsa, bahasa, dan latar belakang dalam pakaian sederhana yang serupa, menghapus tanda-tanda lahiriah kekayaan dan pangkat. Haji menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim, istrinya, dan putranya, serta memperbarui kesadaran jamaah akan pertanggungjawaban, rahmat, dan persatuan.

Siapa yang wajib menunaikan Haji

Haji menjadi wajib ketika sejumlah syarat terpenuhi. Seseorang harus muslim, telah mencapai usia dewasa (balig), berakal sehat, dan merdeka (syarat yang dibahas para fukaha klasik dalam konteks sejarahnya). Syarat yang menentukan adalah istita’ah — kemampuan yang nyata — yang memiliki dua sisi. Kemampuan fisik berarti kesehatan dan kekuatan untuk menanggung perjalanan serta rangkaian ibadahnya. Kemampuan finansial berarti memiliki harta halal yang cukup untuk menanggung biaya perjalanan, ibadah haji itu sendiri, dan kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya yang ditinggalkan, tanpa terjatuh dalam kesulitan atau utang yang tak sanggup ia tanggung.

Karena anak-anak belum terkena kewajiban, haji yang dikerjakan di masa kanak-kanak tidak menggugurkan kewajiban seumur hidup; kewajiban berlaku begitu kedewasaan dan kemampuan hadir. Para ulama juga membahas pertimbangan tambahan bagi sebagian jamaah, seperti pengaturan perjalanan yang aman. Siapa pun yang ragu apakah ia memenuhi syarat sebaiknya berkonsultasi dengan ulama yang berilmu dan terpercaya di lingkungannya.

Kapan Haji berlangsung

Haji dikerjakan di bulan Zulhijah, bulan kedua belas dalam kalender kamariah Islam. Rangkaian ibadah utamanya berlangsung dalam urutan hari yang tetap — umumnya dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijah — dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 sebagai puncaknya. Karena kalender Islam mengikuti peredaran bulan, tanggal Masehinya bergeser setiap tahun, dan awal waktu yang tepat bergantung pada penampakan hilal. Selalu pastikan tanggal pastinya di negaramu melalui otoritas rukyat atau misi haji nasional. Hitung mundur langsung di atas melacak mendekatnya Zulhijah dan Iduladha agar kamu dapat merencanakan lebih awal.

Tiga jenis Haji

Kajian klasik mengakui tiga cara sah untuk menunaikan haji, dan jamaah memilih salah satunya ketika memasuki ihram:

  • Ifrad — mengerjakan haji saja, tanpa menggabungkan umrah tersendiri dalam perjalanan yang sama.
  • Qiran — menggabungkan umrah dan haji sekaligus dalam satu ihram, tanpa keluar dari keadaan suci di antara keduanya.
  • Tamattu’ — mengerjakan umrah pada bulan-bulan haji, keluar dari ihram, lalu memasuki ihram baru untuk haji. Bentuk ini banyak dipilih oleh jamaah yang datang dari jauh.

Ketiga bentuk ini berbeda dalam rincian seperti apakah wajib menyembelih hewan (dam). Mana yang terbaik adalah perkara yang dibahas di antara mazhab, jadi ikutilah bimbingan yang tepercaya untuk situasimu.

Ihram: keadaan suci

Sebelum melewati titik-titik batas yang ditentukan (miqat), jamaah memasuki ihram, sebuah keadaan ibadah yang disucikan. Bagi laki-laki ini meliputi dua helai kain putih polos tanpa jahitan; perempuan mengenakan pakaian sopan biasa tanpa pakaian seragam tertentu. Yang lebih penting daripada kainnya adalah hakikat batin: niyyah (niat) yang tulus untuk memulai haji semata-mata karena Allah. Dalam ihram, sejumlah hal yang biasanya boleh dilakukan ditinggalkan untuk sementara, seperti memotong rambut atau kuku, memakai wewangian, dan hubungan suami istri, guna memperkuat fokus dan kerendahan hati.

Jamaah kemudian mengumandangkan Talbiyah, seruan yang bergema sepanjang ibadah haji:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syariika lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu; tiada sekutu bagi-Mu; aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu; tiada sekutu bagi-Mu.”

Rangkaian ritual langkah demi langkah: cara menunaikan Haji

Rangkaian ibadah haji mengikuti urutan yang teratur sepanjang hari-hari Zulhijah:

  1. Tawaf — mengelilingi Kakbah tujuh kali dalam ibadah, sebuah ritual kedatangan bagi banyak jamaah.
  2. Sa’i — berjalan tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah, mengenang pencarian air oleh keluarga Nabi Ibrahim.
  3. Hari Tarwiyah (tanggal 8) — jamaah menuju Mina dan menghabiskan hari dengan salat serta zikir.
  4. Wukuf di Arafah (tanggal 9) — jamaah menghabiskan siang hingga sore di padang Arafah dengan berdoa dan merenung. Wukuf inilah inti haji; tanpanya haji tidak sah.
  5. Muzdalifah — setelah matahari terbenam, jamaah menuju Muzdalifah, salat, beristirahat di bawah langit terbuka, dan memungut kerikil.
  6. Melempar Jamarat di Mina — melempar kerikil ke tiang-tiang, lambang penolakan terhadap godaan, dikerjakan pada hari-hari yang ditentukan.
  7. Kurban (Qurbani) — seekor hewan disembelih dan dagingnya dibagikan, meneladani kesediaan Nabi Ibrahim; ini bertepatan dengan Iduladha.
  8. Tahalul: Halq atau Taqsir — laki-laki mencukur habis rambut kepala (halq) atau memendekkannya; perempuan menggunting sedikit rambut (taqsir), menandai keluar sebagian dari ihram.
  9. Tawaf Ifadah — mengelilingi Kakbah kembali, salah satu rukun utama haji, biasanya diikuti Sa’i bila diperlukan.
  10. Hari-hari Tasyrik di Mina — jamaah tetap tinggal di Mina beberapa malam berikutnya, melanjutkan lempar Jamarat.
  11. Tawaf Wada’ — tawaf perpisahan, ritual terakhir jamaah sebelum meninggalkan Makkah.

Para mazhab berbeda pendapat pada beberapa rincian — waktu ritual tertentu, mana yang termasuk rukun dan mana kewajiban, serta bagaimana menggantikan kewajiban yang terlewat. Pembimbing yang berkompeten atau ketua rombongan haji membantu jamaah menjaga urutan dengan benar.

Iduladha dan Hari-hari Tasyrik

Tanggal 10 Zulhijah adalah Iduladha, Hari Raya Kurban, yang diperingati umat Islam di mana pun — tidak hanya oleh jamaah haji. Hari ini memperingati pengabdian Nabi Ibrahim dan ditandai dengan salat Id serta pembagian daging kurban kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan. Hari-hari sesudahnya, yaitu Hari-hari Tasyrik (tanggal 11 hingga 13), adalah hari-hari zikir dan perayaan ketika jamaah menyelesaikan lempar Jamarat di Mina. Bagi umat Islam secara luas, ini adalah hari-hari penuh syukur dan kegembiraan.

Haji versus Umrah

Umrah sering disebut “ziarah kecil”. Ia berbagi sebagian ritual dengan haji — terutama ihram, Tawaf, dan Sa’i — tetapi lebih singkat, dapat dikerjakan hampir sepanjang tahun, dan tidak mencakup wukuf di Arafah, Muzdalifah, atau lempar Jamarat. Umrah sangat dianjurkan tetapi bukan termasuk lima rukun dan tidak wajib sebagaimana haji. Sebaliknya, haji terikat waktu pada Zulhijah, melibatkan rangkaian ritual yang lengkap, dan memenuhi rukun Islam kelima.

Biaya dan persiapan

Haji membutuhkan perencanaan yang matang. Karena harga, kuota, dan aturan visa sangat beragam antarnegara dan antartahun, halaman ini tidak mencantumkan angka; peroleh biaya terkini hanya dari otoritas haji nasionalmu atau penyelenggara resmi berizin. Persiapan praktis biasanya mencakup: memesan melalui penyelenggara resmi, mengurus dokumen perjalanan, dan menyelesaikan langkah kesehatan serta vaksinasi yang diwajibkan. Banyak jamaah juga bersiap secara rohani — melunasi utang, memohon maaf kepada sesama, mempelajari rangkaian ibadah lebih dahulu, dan memperbanyak doa. Kesiapan fisik juga penting, sebab rangkaian ibadahnya melibatkan banyak berjalan kaki. Waspadalah terhadap penyelenggara tidak resmi; pastikan setiap penyelenggara melalui sumber resmi sebelum membayar.

Haji dan rukun-rukun lainnya

Haji tidak berdiri terpisah dari sisi lain agama — ia justru menyatukan rukun-rukun yang lain. Salat harian jamaah tetap berlanjut sepanjang perjalanan. Disiplin menahan diri dalam ihram menggemakan kesabaran yang dipelajari lewat puasa. Dan kewajiban menyucikan harta melalui zakat berkaitan dengan syarat finansial haji: seorang muslim diharapkan memenuhi kewajiban terhadap sesama dan menyelesaikan apa yang menjadi hak orang lain sebelum membelanjakan harta untuk perjalanan sunah sebesar ini. Dengan demikian rukun kelima berdiri di atas fondasi empat rukun pertama, menyatukan keyakinan, ibadah, sedekah, dan ziarah menjadi satu jalan hidup yang utuh.

Telusuri panduan terkait di seluruh situs: panduan Salat Tahajud, penjelasan tentang bulan Muharam dan tahun baru Islam, cek kalender Hijriah hari ini untuk membantumu melacak Zulhijah, serta hitung kewajibanmu dengan Kalkulator Zakat.

Artikel ini adalah panduan umum yang bersifat edukatif tentang haji, bukan fatwa resmi maupun pengganti bimbingan keagamaan yang berkompeten. Hukum dan rincian praktik dapat berbeda di antara mazhab-mazhab fikih yang diakui dan antarnegara. Tanggal Islam bergantung pada rukyat setempat dan dapat berbeda sehari atau lebih, jadi selalu pastikan tanggal, persyaratan, dan hukumnya kepada ulama setempat yang tepercaya serta otoritas haji nasional Anda sebelum bertindak.

Frequently asked questions

Apa itu Haji dalam Islam?

Haji adalah ibadah ziarah tahunan ke Makkah dan rukun Islam kelima. Ia wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim dewasa dan berakal sehat yang memiliki kemampuan fisik dan finansial untuk menjalankannya. Rangkaian ibadahnya dilaksanakan selama bulan Zulhijah.

Apakah Haji wajib bagi setiap muslim?

Haji wajib sekali seumur hidup, tetapi hanya bagi mereka yang memenuhi syarat: muslim, dewasa, berakal sehat, merdeka, dan mampu (istita'ah) baik secara fisik maupun finansial. Orang yang tidak memiliki kesehatan atau harta yang halal dan cukup belum diwajibkan pergi hingga ia mampu.

Kapan Haji dilaksanakan?

Haji dilaksanakan di bulan Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender kamariah Islam, umumnya dari tanggal 8 hingga 13, dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 sebagai puncaknya. Karena kalendernya kamariah, tanggal Masehinya bergeser tiap tahun dan bergantung pada rukyat, jadi pastikan tanggalnya di negaramu.

Bagaimana cara menunaikan Haji langkah demi langkah?

Secara ringkas: masuk ihram dengan niat dan Talbiyah, kerjakan Tawaf dan Sa'i, menuju Mina lalu wukuf di Arafah pada tanggal 9, menuju Muzdalifah, lempar Jamarat di Mina, menyembelih kurban, mencukur atau memendekkan rambut, mengerjakan Tawaf Ifadah, tinggal di Mina selama Hari-hari Tasyrik, dan diakhiri dengan Tawaf perpisahan. Ikutilah bimbingan yang berkompeten untuk rinciannya.

Apa saja tiga jenis Haji?

Yaitu Ifrad (haji dikerjakan sendiri), Qiran (umrah dan haji digabung dalam satu ihram), dan Tamattu' (umrah pada bulan-bulan haji, keluar dari ihram, lalu ihram baru untuk haji). Ketiganya berbeda dalam beberapa rincian, seperti apakah wajib menyembelih dam.

Apa perbedaan antara Haji dan Umrah?

Umrah adalah ziarah kecil yang berbagi sebagian ritual seperti ihram, Tawaf, dan Sa'i, tetapi lebih singkat dan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun. Umrah tidak mencakup wukuf di Arafah atau ritual khas haji lainnya, dan bukan termasuk lima rukun. Haji terikat waktu pada Zulhijah dan memenuhi rukun Islam kelima.

Apa itu ihram?

Ihram adalah keadaan suci yang dimasuki jamaah sebelum memulai haji atau umrah. Ia ditandai dengan niat yang tulus, Talbiyah, dan pakaian sederhana (dua helai kain putih polos bagi laki-laki; pakaian sopan biasa bagi perempuan), serta melibatkan meninggalkan sementara sejumlah hal yang biasanya boleh, seperti wewangian dan memotong rambut.

Apa makna wukuf di Arafah?

Wukuf di padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah dianggap sebagai inti haji. Jamaah menghabiskan siang hingga sore dengan berdoa dan merenung, dan tanpa wukuf ini haji tidak sah, itulah sebabnya ia sering disebut sebagai puncak ibadah haji.